BUKU SEMIOTIKA UNTUK KAJIAN SASTRA DAN AL-QUR’AN

Buku Semiotika untuk Kajian Sastra dan Al-Qur’an ini merupakan pengantar untuk mengenal sejumlah teori dasar semiotika.

Seorang filsuf Yahudi Jerman, Ernst Cassirer, yang terkenal dengan karyanya Philosophy of Symbolic Form, mengatakan bahwa manusia hidup di alam semesta yang simbolis. Manusia pun didefinisikannya sebagai makhluk simbolis. Karena itu, untuk memahami peradaban manusia, kita perlu memahami simbol-simbol  yang relavan dengan perkembangan dan kemajuan peradaban, seperti bahasa, sastra, seni, agama, dan lainnya. Untuk mengkaji hal ihwal simbol-simbol atau tanda-tanda yang ada di jagad raya ini, dikembangkanlah suatu ilmu yang disebut semiotika.

Buku Semiotika untuk Kajian Sastra dan Al-Qur’an ini merupakan pengantar untuk mengenal sejumlah teori dasar semiotika. Objek kajian utamanya adalah teks-teks sastra dan teks-teks dalam kitab suci Al-Qur’an sehingga buku ini bisa disebut sebagai buku “semiotika terapan” atau “semiotika teologis”. Dengan kata lain, kajian buku ini bersifat aplikatif daripada teoretis.

Sebagai pengantar semiotika, Buku Semiotika ini tepat digunakan oleh para mahasiswa S-1 dan para peminat pemula dalam kajian semiotika. Untuk membantu para mahasiswa, buku ini pun dilengkapi dengan contoh penelitian semiotika yang telah dilakukan oleh penulis.

Penulis Wildan Taufiq, M.Hum.