BUKU DAYAK! DAYAK! DIMANAKAH KAMU? (ANTOLOGI PUISI)

Buku Dayak! Dayak! Dimanakah kamu? ini merupakan buku antologi atau kumpulan puisi karya Korrie Layun Rampan dan kurang lebih terdapat 101 puisi dalam buku tersebut.

Kebanyakan dari puisi yang terdapat di dalam buku Dayak! Dayak! Dimanakah Kamu? ini sesungguhnya merupakan lirik-lirik slogan. Emosi, pikiran, tema, dan imaji-imaji yang dominan muncul di dalamnya adalah nuansa ke-dayak-an. Saya menulisnya dalam gelap karena mata saya tak bisa melihat sejak Agustus 2012 yang lalu. (Sepatah Kata Penyair, hlm vi).

Beberapa pilihan puisi Korrie Layun Rampan dalam Dayak! Dayak! Di manakah Kamu?

Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?

+ Dayak, Dayak, di manakah kamu Suaramu sunyi waktu Di manakah kamu, saudaraku? Masihkah di ranah nenek-moyang dahulu?

– Ini aku selalu di Indonesia Raya Kau dengar suaraku ada di mana-mana Kau lihat tarianku meliuk di manca Negara Kau dengar nyanyiku bunyi hati Nusantara

+ Lagumu merdu seantero buana Senyummu mengurai rindu dari dasar kalbu Kata-katamu kearifan nenek moyang kita Cinta yang bersuara dari dasar sukma

+ Dayak, Dayak, di manakah kamu? Kini suaramu kudengar terbungkam persoalan Di manakah kamu, saudaraku Apakah masih di belantara waktu?

– Di sini aku di dataran kelimpungan Terpinggirkan oleh jemari nasib dan kemalangan Di sini aku dimarginalkan di hutan-hutan pedalaman Menjadi kuli di tanah ulayat nenek moyang sendiri

– Kami tak minta berlebihan, tapi secukupnya saja Kami hanya menuntut janji sederhana ditepati Jangan lain di bibir lain di hati, hanya bermain kata-kata Kami hanya minta hidup bahagia dan sejahtera!

+ Dayak, Dayak, di manakah kamu? – Ini kami di dunia, di seantero Nusantara + Dayak, Dayak, di manakah kamu? – Ini kami ada di mana-mana tapi tak ke mana-mana

+– Kami ada di mana-mana tapi kami tak ke mana-mana! +– Kami ada di mana-mana tapi kami tak ke mana-mana!

Samarinda, 2012-2013

Liang Saragi

Hayaping Liang Saragi Membagi matahari

Kehidupan terbagi-bagi Jaya bulan di langit tinggi

Dua burung Dua-duanya terbang ke utara Memilih udara

Matahari bulan bersaudara

Samarinda, 10/9/2013

Penulis Korrie Layun Rampan